Renungan

Hidup Bijaksana di Akhir Zaman

Ev. Yosias Ullo, S.PAK., M.Pd 19 dilihat 2 suka
Hidup Bijaksana di Akhir Zaman

Dalam kehidupan kita di akhir zaman ini, kita menemui begitu banyak tantangan, pergumulan, dan masalah. Masalah tersebut bukan hanya masalah pribadi, tetapi juga masalah rumah tangga, pekerjaan, serta pelayanan kita.

Untuk dapat menjadi orang-orang yang berkemenangan terhadap berbagai masalah tersebut, kita harus bijaksana dalam menjalani kehidupan ini.

Efesus 5:15-17

(15) Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif. (16) Dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. (17) Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

Kalimat Kunci: Bagaimana kita dapat memiliki kebijaksanaan tersebut?

1. Memperhatikan dengan Saksama Hidup Kita

Saat ini, ada begitu banyak orang lebih senang memperhatikan kehidupan orang lain daripada kehidupannya sendiri. Apa yang mereka pakai, rumah tangga mereka, bahkan sampai hal-hal terkecil pun bisa menjadi bahan pembicaraan. Orang lebih suka melihat kesalahan-kesalahan orang lain daripada memperbaiki kehidupannya pribadi, bahkan banyak yang gemar membicarakan kejelekan sesamanya.

Sebaliknya, Alkitab mengajar kita untuk memperhatikan dengan saksama kehidupan kita sendiri. Artinya, kita perlu terus-menerus memperhatikan apa yang kita pikirkan, ucapkan, serta lakukan (Filipi 4:5-9). Hal ini penting, sebab dengan mengevaluasi diri, kita dapat mengetahui mana yang sudah baik dan mana yang masih harus kita perbaiki.

2. Kerelaan Hati untuk Dibentuk

  • Dikatakan dalam ayat 15, “... janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, ...” Artinya, agar bisa hidup bijaksana, kita harus mau dibentuk dan terus-menerus belajar dari kehidupan ini. Di situlah kita menjadi orang arif yang terus mau disempurnakan.

  • Namun, ada banyak orang tidak pernah mengalami perubahan dalam hidupnya karena tidak mau belajar. Bahkan ketika orang lain memberikan nasihat, mereka tidak pernah mau mendengar dan merasa dirinya sudah benar.

  • Itulah kondisi orang bebal: mereka merasa tahu segalanya, sombong, dan tidak mau menerima nasihat dari siapapun, yang pada akhirnya membuat hidup mereka tidak pernah berubah.

3. Ada Harga yang Harus Dibayar

  • Dalam ayat 17 dikatakan, “... tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” Kata "usahakanlah" berarti ada sebuah upaya dan hal tertentu yang harus kita lakukan untuk dapat mengerti kehendak Tuhan.

  • Untuk hidup bijaksana di akhir zaman ini, kita juga memerlukan upaya yang terus-menerus, karena dunia ini selalu mencoba menarik kita jauh dari Tuhan.

  • Hal lainnya yang harus kita lakukan sebagai bagian dari membayar harga adalah hidup penuh dengan Roh (ayat 18). Hidup yang dipenuhi Roh Kudus adalah kehidupan yang dikendalikan dan dikuasai oleh-Nya sepenuhnya. Itulah yang akan memampukan kita untuk hidup bijaksana dan tetap menjadi alat kemuliaan Tuhan.

4. Menjaga Perkataan Kita (Ayat 19–20)

  • Dalam kehidupan masyarakat saat ini, ada begitu banyak percekcokan dan perselisihan terjadi—baik di keluarga, gereja, sekolah, kampus, maupun antar-golongan—hanya karena masalah perkataan. Orang begitu mudah mencibir, menghakimi, mengolok, dan mengumpat orang lain.

  • Untuk dapat hidup bijaksana serta berkemenangan, kita harus menjaga perkataan kita. Menjaga perkataan bukan hanya menyaring kalimat yang keluar dari mulut, tetapi kita juga perlu memperhatikan cara dan sikap kita dalam menyampaikan kata-kata tersebut.

Hari ini kita telah belajar bagaimana hidup bijaksana di akhir zaman. Ada 4 hal penting yang perlu kita lakukan:

  1. Memperhatikan dengan saksama hidup kita;

  2. Memiliki kerelaan hati untuk dibentuk;

  3. Membayar harga melalui ketaatan dan kesungguhan;

  4. Menjaga perkataan kita.

Tuhan Yesus Kristus memberkati. Amin.

Bagikan Artikel Ini