Profil Gereja
Sejarah GPKAI Jemaat Simon Hungku
Sejarah berdirinya Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI) bermula dari misi pelayanan lembaga penginjilan The Evangelical Alliance Mission (TEAM) - USA di tanah Papua.
Ringkas sejarah dan pelayanan GPKAI bagi suku Arfak-Sougb dapat disaksikan melalui video berikut.
Sejarah Berdirinya GPKAI Jemaat Simon Hungku
A. Latar Belakang
Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI) Jemaat Simon Hungku merupakan bagian dari karya pelayanan Tuhan yang bertumbuh melalui kerinduan dan perjuangan umat Tuhan di Kampung Hungku.
Berdirinya jemaat ini tidak terlepas dari peran para tokoh dan orang tua jemaat yang memiliki kerinduan untuk menghadirkan tempat persekutuan dan pelayanan Injil di tengah-tengah masyarakat Hungku.
Sebelum berdirinya Jemaat Simon Hungku, umat Tuhan yang berada di Hungku masih terpencar dan beribadah di beberapa jemaat. Sebagian beribadah di Jemaat Maranatha Singenia dan sebagian lainnya beribadah di Jemaat Petrus Irai.
Kondisi tersebut kemudian mendorong munculnya kerinduan untuk memiliki tempat persekutuan dan pelayanan sendiri di Hungku.
B. Awal Mula Kerinduan Mendirikan Pos PI
Pada tahun 1996, beberapa orang tua di Hungku mulai mengusulkan agar didirikan sebuah Pos Pekabaran Injil (Pos PI) di Hungku. Usulan tersebut muncul karena adanya kerinduan agar umat Tuhan di Hungku dapat bersekutu dan melaksanakan pelayanan Injil di tempat sendiri.
Namun, pada saat itu jumlah umat Tuhan yang berada di Hungku belum terlalu banyak. Oleh karena itu, rencana untuk mendirikan Pos PI belum dapat diwujudkan.
Pada bulan Desember tahun 1996, terjadi persoalan internal di Jemaat Petrus Irai. Keadaan tersebut menjadi salah satu momentum yang mendorong almarhum Bapak Yason Saiba untuk mengambil keputusan bahwa umat Tuhan di Hungku perlu memiliki tempat persekutuan dan pelayanan sendiri.
Menjelang pergantian tahun 1996 menuju tahun 1997, almarhum Bapak Yason Saiba datang menyampaikan kepada umat Tuhan di Hungku agar ibadah menyambut Tahun Baru dilaksanakan di Hungku. Ibadah tersebut kemudian dilaksanakan di rumah Bapak Elias Towansiba.
Dalam perkembangan selanjutnya, Bapak Thomas Demih bersama keluarganya yang sebelumnya beribadah di Jemaat Maranatha Singenia datang bergabung dengan umat Tuhan di Hungku. Peristiwa tersebut semakin memperkuat kerinduan dan semangat umat Tuhan untuk mendirikan sebuah Pos PI di Hungku.
C. Berdirinya Pos PI Hungku
Pada bulan Januari 1997, Bapak Thomas Demih bersama almarhum Bapak Yason Saiba datang ke Sururey untuk menyampaikan kerinduan umat Tuhan di Hungku kepada Bapak Pendeta D. Lunow.
Mereka menyampaikan maksud untuk mendirikan sebuah Pos Pekabaran Injil di Hungku sebagai tempat persekutuan, pembinaan iman, dan pelayanan Injil bagi umat Tuhan di wilayah tersebut.
Bapak Pendeta D. Lunow memberikan respons yang baik dan menyetujui rencana pendirian Pos PI di Hungku. Persetujuan tersebut menjadi awal penting dalam perjalanan berdirinya jemaat di Hungku.
Setelah mendapatkan persetujuan, umat Tuhan dengan penuh antusias dan semangat mulai bergotong royong membangun sebuah gedung gereja darurat. Bangunan tersebut dibuat menggunakan bahan-bahan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar.
Walaupun sederhana, gedung gereja darurat tersebut menjadi tempat umat Tuhan berkumpul, beribadah, berdoa, memuji Tuhan, mendengarkan Firman Tuhan, serta membangun kehidupan persekutuan.
D. Peresmian dan Pentahbisan Jemaat
Setelah melalui proses pelayanan dan persiapan, pada tanggal 24 Agustus 1997, Bapak Pendeta D. Lunow datang ke Hungku untuk meresmikan dan mentahbiskan Jemaat Simon Hungku.
Peristiwa tersebut menjadi tonggak sejarah yang sangat penting bagi perjalanan Jemaat Simon Hungku. Pada kesempatan yang sama dilakukan pula pengukuhan para pelayan dan pengurus jemaat yang akan menjalankan pelayanan Tuhan.
Gembala
- Almarhum Bapak Yason Saiba
- Bapak Timotius Saiba
Wakil Gembala
- Bapak Yosias Towansiba
- Bapak Keluopas Saiba
Dewan Pengurus Gereja
- Bapak Thomas Demih
- Bapak Yairus Saiba
- Bapak Salmon Demih
- Bapak Moses Saiba
Bendahara Jemaat
- Bapak Elias Towansiba
Jemaat yang Dikukuhkan
Sebanyak delapan orang turut dikukuhkan dalam pelayanan, yaitu:
- Hans Saiba
- Orpina Demih
- Dorce Saiba
- Marica Towansiba
- Korneles Saiba
- Matius Saiba
- Agus Waran
- Dabita Towansiba
Pengukuhan tersebut menjadi awal terbentuknya struktur pelayanan Jemaat Simon Hungku secara lebih teratur. Para pelayan Tuhan bersama seluruh umat kemudian menjalankan pelayanan dengan penuh tanggung jawab dan semangat kebersamaan.
E. Pertumbuhan dan Perkembangan Jemaat
Sejak diresmikan dan ditahbiskan pada tanggal 24 Agustus 1997, pelayanan di Jemaat Simon Hungku terus berjalan. Umat Tuhan semakin bertumbuh dalam iman, persekutuan, pelayanan, dan kesaksian.
Dengan semakin berkembangnya jumlah umat dan kebutuhan pelayanan, jemaat mulai memiliki komitmen untuk membangun tempat ibadah yang lebih layak.
Dari gedung gereja darurat yang menggunakan bahan-bahan lokal, jemaat kemudian berupaya membangun gedung gereja secara bertahap, mulai dari bangunan setengah permanen hingga menuju pembangunan gedung gereja permanen.
Semangat membangun tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik gereja, tetapi juga menjadi gambaran dari semangat umat Tuhan untuk terus membangun kehidupan rohani dan pelayanan di tengah jemaat.
F. Nilai-Nilai Perjuangan Jemaat
Perjalanan berdirinya GPKAI Jemaat Simon Hungku mengajarkan bahwa sebuah jemaat dapat bertumbuh melalui iman, kebersamaan, pengorbanan, dan kerinduan untuk melayani Tuhan.
Para pendahulu telah meletakkan dasar pelayanan melalui perjuangan, kerja sama, dan pengorbanan. Dari sebuah kerinduan sederhana untuk memiliki tempat beribadah di Hungku, Tuhan kemudian menuntun umat-Nya hingga terbentuk dan berkembang menjadi Jemaat Simon Hungku.
Karena itu, sejarah berdirinya Jemaat Simon Hungku perlu terus dikenang dan diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari identitas dan perjalanan iman jemaat.
G. Penutup
GPKAI Jemaat Simon Hungku berdiri bukan semata-mata karena kekuatan manusia, tetapi karena pertolongan dan penyertaan Tuhan melalui orang-orang yang dipakai-Nya.
Perjalanan yang dimulai dari kerinduan beberapa orang tua pada tahun 1996, kemudian berkembang menjadi Pos PI pada tahun 1997, hingga diresmikan dan ditahbiskan pada tanggal 24 Agustus 1997, merupakan sebuah kesaksian tentang bagaimana Tuhan membangun gereja-Nya.
Kiranya semangat, iman, pengorbanan, dan keteladanan para pendahulu terus menjadi warisan bagi generasi penerus Jemaat Simon Hungku untuk terus membangun gereja, meningkatkan pelayanan, dan menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat.
“Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”